Langsung ke konten utama

PILAR NEGERIKU INDONESIA

*DUA PILAR YANG RUNTUH DI NEGERI INI* :

Dalam sejarah dunia terdapat 2 pilar demokrasi yang dianggap penting yaitu :

1. *Mahasiswa*.
2. *Jurnalis*.

Saat ini kedua pilar demokrasi telah runtuh termakan zaman. Mahasiswa sibuk dengan gadgetnya, sedangkan Jurnalis sibuk mempertahankan nafkahnya dengan menjual diri kepada pemilik modal.

Di sisi lain telah *lahir pilar demokrasi baru* yang sejak dahulu tidak pernah diperkirakan akan menjadi motor penggerak perubahan? Siapakah itu :

1. *Ulama*.
2. *Emak-Emak*.

Fenomena ini sangat menarik untuk dicermati, kenapa demikian? Karena kedua kelompok pembaharu ini sejak dahulu fokus menekuni tugas domestiknya yaitu berdakwah dan mengurus rumah tangga.

Pertanyaannya adalah kenapa mereka harus keluar dari zona domestiknya? Masalah apa yang memaksa mereka harus "turun gunung"?. Pertanyaan ini terus bergelayut di benak setiap orang.

Kita semua tahu bahwa setiap masalah timbul tidak dengan cara berdiri sendiri. Masalah timbul berdasarkan keterkaitan maupun keterhubungan antar masalah yang saling menguatkan dan pada akhirnya menimbulkan *ledakan masalah*.

Jika kita coba mengacu pada isu yang dibawa kedua kelompok dominan dari revolusi sosial yang terjadi di negeri ini, kita akan menemukan 2 kata kunci :

1. *Ideologi* (yang diserukan oleh kaum ulama).
2. *Masa Depan Anak-Cucu* (yang diserukan oleh kaum emak-emak).

Sekilas terlihat kedua tema gerakan tersebut berbeda latar belakang pemikirannya, tetapi memiliki tujuan akhir bersama yaitu : *Rahmatan lil Alamin (ramah terhadap manusia dan alam semesta)*.

Ulama menginginkan kehidupan beragama kembali *harmoni*, sedangkan Emak-Emak menginginkan kehidupan yang *sejahtera* bagi anak cucunya.

Pertanyaannya kemudian, patutkah mereka *memperjuangkan harapan dengan resiko mati atau dipenjara?* Mereka berdua meyakini bahwa yang mereka perjuangkan merupakan jalan jihad sesuai perintah-Nya. Tidak ada pilihan yang lebih luas, kecuali *memilih mati syahid atau hidup mulia*.

Kedua kelompok ini merupakan kumpulan yang paling dicintai oleh umat manusia sepanjang kehidupan manusia. Yang satu *menyeru pada kebenaran* yang satu *menjaga keluarga*.

Pada akhirnya *kita semua harus menjaga kedua kelompok ini* sebagai bentuk kasih sayang kita kepada mereka berdua yang begitu mencintai kita sepanjang hidupnya.

Kita tidak butuh mahasiswa ataupun jurnalis. Yang kita butuhkan adalah saling menyayangi dan mengasihi antara kita dengan para ulama dan emak-emak. Kita jaga mereka sekuat tenaga, kita berjalan *bergandengan tangan* bersama orang-orang yang kita kasihi untuk merebut kembali kehidupan yang *Rahmatan lil Alamin.*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NGERI…ENGKAU TELAH MENYEMPITKAN SESUATU YANG LUAS!!?

Adakah persamaan dengan kaum Elite bangsa kita dengan yang dicantumkan dalam hadits yang shohih? Silahkan camkanlah hadits berikut ini: حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةٍ وَقُمْنَا مَعَهُ فَقَالَ أَعْرَابِيٌّ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا وَلَا تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا فَلَمَّا سَلَّمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْأَعْرَابِيِّ لَقَدْ حَجَّرْتَ وَاسِعًا يُرِيدُ رَحْمَةَ اللَّهِ  Telah berkata Imam al-Bukhori rahimahullah (wafat 256 H), (beliau berkata) telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman (Tsiqatun Tsabtun – Terpercaya lagi kokoh hafalannya, wafat 221 H) , (beliau Abu Al-Yaman berkata) telah mengabarkan  kepada kami Syu'aib (Syu’aib bin Abi Hamzah, Tsiqatun ‘Abid – terpercaya lagi ahli ibadah, wafat 162 H) dari Az Zuhri (Muh...

Imam Syafi'i berkata tentang Qonaah

  Imam Syafi’i  rahimahullah berkata : إِذَا مَا كُنْتَ ذَا قَلْبٍ قَنُوْعٍ .. فَأَنْتَ وَمَالِكُ الدُّنْيَا سَوَاءُ “Jika engkau memiliki hati yang selalu qona’ah, maka sesungguhnya engkau sama seperti raja dunia.”

Doa berbuka puasa

KELEMAHAN HADITS BERBUKA PUASA ----- Hadits berbuka puasa.. «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ» telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan telah diraih pahala insya Allah.. Hadits ini diriwayatkan oleh para ulama, semuanya dari jalan Ali bin Husain dari Husain bin Waqid dari Marwan bin Salim bin al Muqaffa'. Marwan bin Salim Al Muqaffa' tidak ada yang meriwayatkan dari beliau kecuali Husain bin Waqid, dan tidak ada yang mentsiqohkan beliau kecuali ad Daaruquthni rahimahullah. Dan ad Daaruquthni dikenal mutasaahil dalam mentsiqohkan rowi dan memasukkan rowi majhul ke dalam derajat tsiqot. Di antara pernyataan para ulama yang melemahkan hadits ini: Asy Syaikh Muqbil bin Hadi ditanya apakah tsabit doa berbuka puasa? Beliau menjawab.. نعم ورد لكن لا يثبت ورد ( اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت ) ، وورد ( ذهب الظما وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله ) وكلاهما لا يثبت فأنت تدعو بما يسر الله وما تيسر والحمد لله . Kedua doa berbuka ...